Rabu, 20 Januari 2021

PEBERDAYAAN KOMUNITAS BERBASIS KEARIFAN LOKAL ( SOSIOLOGI KELAS XII)


KOMUNITAS 

 

A. Komunitas adalah Kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketrekaitan yang sama. Komunitas ditkamui dengan adanya ikatan kuat antaranggota yang disebut perasaan komunitas ( community sentiment).  Unsur-  unsur  perasaan  komuniti,  yaitu  seperasaan,  sepenanggungan, dan saling memerlukan antaranggota.

B. Tujuan   pemberdayaan  komunita adalah   untuk   meningkatkan        standar hidup,meningkatkan percaya diri,dan meningkatkan kebebasan setiap orang

Secara spesifik Mardikanto (2015) mengidentifikasi bahwa tujuan dari pemberdayaan masyarakat dapat berupa: 

1) Perbaikan kehidupan (better living),  Pemberdayaan dimaksudkan untuk memperbaiki taraf kehidupan setiap individu yang kemudian memberi efek pada perbaikan kehidupan di setiap keluarga dan pada akhirnya mampu mendorong perbaikan kehidupan masyarakatnya.

 2) Perbaikan aksesabilitas (better accesability),  Pemberdayaan ditujukkan untuk membuka akses yang seluasluasnya terutama aksesabilitas tentang informasi, pengetahuan dan keterampilan yang mampu memberi solusi pada permasalahan yang dihadapi masyarakat lalu memberi wawasan tentang berbagai alternatif inovasi. Aksesabilitas ini juga bisa dilakukan untuk berbagai sumber daya yang memang sudah ada di masyarakat tersebut namun belum mampu diakses oleh masyarakat umum secara mudah. Dengan demikian akses-akses yang mudah tersebut mampu mendorong masyarakat untuk berdaya dengan memanfaatkan informasi dan sumber daya yang ada. 

 3) Perbaikan pendidikan (better education) Pemberdayaan bisa juga ditujukan untuk memperbaiki tingkat pendidikan masyarakat. Pendidikan tidak diartikan pendidikan formal semata, namun yang lebih penting adalah pendidikan yang mampu memberikan akses yang besar bagi masyarakat sehingga mereka mampu mengenali akar permasalahan, berbagai solusi alternatif dan sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian dengan perbaikan pendidikan, masyarakat memiliki bekal yang cukup kuat untuk merubah diri mereka sendiri untuk berdaya. Maka pendidikan atau pelatihan yang berbasis pada kebutuhan lokal masyarakat menjadi alternatif yang tepat untuk program pemberdayaan.

 4) Perbaikan tindakan (better action)  Bekal pendidikan yang baik pada masyarakat diyakini akan mendorong terjadinya perubahan pada pola pikir dan pola tindakan pada masyarakat. Minimal tindakan yang positif ketika menyadari akan kelemahan atau ketidakberdayaan yang ada pada masyarakat. Harapan besarnya adalah perubahan tindakan yang mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan nyata memperbaiki kelemahan atau ketidakberdayaannya. 

5) Perbaikan kelembagaan (better institution),  Tujuan pemberdayaan sesungguhnya adalah tidak semata-mata memperbaiki setiap individunya, namun akan lebih baik dan lebih kuat adalah memberdayakan masyarakatnya secara luas sehingga pemberdayaan akan memberi efek perubahan secara signifikan. Dengan demikian masyarakat secara kelembagaan akan semakin kuat, apalagi jika masyarakat tersebut juga mampu memberdayakan kelompok-kelompok yang ada di dalamnya, misal koperasi, badan usaha kelompok dll. Perbaikan kelembagaan bisa juga dikembangkan dalam pengembangan jaringan baik antar masyarakat maupun antar lembaga atau kelompok.

 6) Perbaikan usaha (better busines) Akses informasi, pengetahuan, keterampilan, sumber daya dan jaringan yang cukup diharapkan akan mendorong pada perbaikan usaha masyarakat. Perbaikan dapat dilihat dari sisi kuantitas seperti volume usaha, jumlah jaringan dan sebagainya. Selain itu bisa juga dari sisi kualitas seperti kualitas produk, kemasan, mutu dll. 

7) Perbaikan pendapatan (better income) Seringkali pemberdayaan lebih fokus pada upaya memberdayakan masyarakat dari sisi pendapatan. Namun demikian untuk mencapai perbaikan pendapatan pada masyarakat yang belum berdaya membutuhkan proses yang tidak bisa cepat dan harus melalui berbagai tahapan. Untuk itu jika pemberdayaan bertujuan untuk perbaikan pendapatan harus benar-benar sudah siap dengan sumber daya yang mampu menghasilkan. Misal meningkatkan pendapatan petani rumput laut yang belum mampu mengolah hasil panen rumput lautnya.

 8) Perbaikan lingkungan (better environment),  Seringkali masyarakat tidak berdaya disebabkan oleh aspek lingkungan yang tidak mendukungnya. Aspek fisik seperti akses transportasi yang sulit karena jalan rusak kemudian tidak mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sehingga masyarakat lambat sekali berkembang. Maka hal ini bisa menjadi tujuan sebuah program pemberdayaan. Selain itu bisa juga aspek sosial, keberagaman yang ada pada masyarakat seringkali juga bisa menjadi penghambat kemajuan sebuah masyarakat, ketika masyarakat tersebut tidak mampu mengelola keberagamannya. Hidup yang berkelompok menurut suku budaya, agama atau ras tertentu membuat masyarakat sulit untuk berkembang secara bersama-sama. Hal ini sering terlihat di daerah-daerah transmigrasi. Pembauran yang lambat akan memiliki efek pada lambatnya perubahan masyarakat itu sendiri. Maka hal ini juga bisa menjadi tujuan sebuah pemberdayaan. 

9) Perbaikan masyarakat (better community). Secara umum tujuan pemberdayaan adalah perbaikan sebuah kehidupan masyarakat. Ketika berbicara kehidupan sebuah masyarakat maka banyak aspek yang menyertainya mulai dari pola pikir, pola tindakan, perekonomian dan sebagainya. Perbaikanperbaikan dari berbagai aspek itulah yang diharapkan dari pelaksaaan sebuah pemberdayaan. 


C. Kelebihan pemberdayaan komunitas adalah sebagai berikut :

a.  Memudahkan dalam berkoordinasi anatrindividu

b.  Antar individu dapat saling memberi semangat dan motivasi

c.  Mampu  meningkatkan  kesejahteraan  dalam  jangka  waktu  yang  panjang dan berkelanjutan

d.  Mamp meningkatkan   dan   memperbaik kehidupan   masyarakat   dan kelompok baik di bidang ekonomi maupun sosial

e.  Penggunaan sumber-sumber daya alam dan potensi yang ada  lebih efektif dan efisien

f.   Proses  pembangunan  lebih  demokratis  dan  aspiratif  karena  melibatkan banyak orang

        D. Kekurangan pemberdayan komunitas adalah sebagai berikut :

a.  Antar   satu   orang   dengan   orang   yang   lai serin terjadi   perbedaan pendapat-pendapat sehingga memunculkan konflik baru

b.  Tingkat     partisipasi     individu     berbeda-beda,     sehingga      menghambat pembangunan

c.  Tingkat sumber daya manusia berbeda-beda

d.  Keberhasilan  pemberdayaan  komunitas  bergantung  pada  individu  yang tergabung di dalamnya

e.  Kurangnya      kamampuan  masyarakat  dalam  kreativitas  dan  kapastitas secara kritis dan logis

f.   Kegiatan   pemberdayaan selama ini hanya di tunjukan pada masyarakat lokal dan permasalahan sosial saja

g Ketergantungan sumber dana dari luar



E. Inisiator pemberdayaan komunitas/ Aktor pemberdayaan komunitas


Dalam upaya pemberdayaan komunitas dibutuhkan inisiator atau pemrakarsa pelaksanaan. Adapun inisiator pemberdayaan komunitas antara lain;

a.  Pemerintah, Pemerintah sebagai inisiator akan memberi stimulus kepada

masyarakat melalui program yang dilaksanakan, salah satunya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Melalui program PNPM Mandiri, masyarakat   diharapkan berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan yang telah direncanakan pemerintah. Program lain dari pemeritah yang bertujuan memberdayakan komunitas antara lain program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Proyek Penaggulangan Kemiskinan di apaerkotaan (P2KP), Posyandu, dan Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI).

b.  Swasta Lembag swasta   sepert perusahaan   dan   Lembeg Swadaya

Masyarakat (LSM) berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat. Peran LSM sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. LSM dapat secara mandiri memberikan sosialisasi, arahan/bimbingan, dan mewujudkan program-program pemberdayaan. LSM dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

c.  Masyarakat,  Kegiatan  masyarakat  dapat  mempererat  hubungan  sosial masyarakat.

F. Strategi pelaksanaan pemberdayaan komunitas

Untuk  dapat  melaksanaan  pemberdayaan  dan  dapat  mencapai  tujuan  yang diinginkan diperlukan strategi yang tepat.

Strategi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan pemberdayaan komunitas

sebagai berikut;

  

a. Mempertimbangkan potensi masyarakat

Fasilitator/pihak pemberdaya komunitas hendaknya menghargai segala potens yang   dimiliki   komunitas.Tujuan   pemberdayaan   menekankan

penguatan   (empowering anggota   komunita untuk   mandiri Dalam

mempertimbangkan potensi masyarakat perlu melokalisasi kearifan lokal masyarakat, yang akan digunakan sebagai batu loncatan upaya pemeberdayaan masyarakat. Sehingga masyarakat akan lebih mudah menerima berbagai perubahan dalam proses pemberdayaan.

b Memberikan pendampingan secara berkelompok

Pelaksanaan pemberdayaan akan lebih efektif jika dilakukan secara kelompok.  Selain  mempertimbangkan  efisiensi  dan  keterbatasan  waktu

serta biaya, pemberdayaan secara kelompok dinilai lebih efektif.

c.    Memberikan pelatihan khusus

Pihak pemberdaya perlu mengakomodasi usulan anggota masyarakat yang meminta dilakukan pelatihan tertentu di luar program pemberdayaan. Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat mampu menganalisis hal-hal yang sebenarnya diinginkan. Contoh, dalam latihan kekriyaan pemuda karang taruna, terdapat beberapa pemuda yang menginginkan diberi pelatihan pembuatan kerajinan tangan.

d.   Mengangkat kearifan lokal

Pihak pemberdaya perlu mengangkat kearifan-kearifan lokal dalam upaya pemberdayaan komunitas. Contoh, masyarakat suku laut di perairan Riau

memiliki  kearifan  lokal  berupa  larangan  mengambil  hasil  laut  secara

berlebihan. Bagi pemerintah atau pihak swasta yang ingin melakukan pemberdayaan   dapat   memanfaatkan   kearifan   lokal   tersebut   sebagai pijakan penyusunan program. Contoh, mengajarkan masyarakat membuat dan mengelola tambak ikan.

e.   Memberikan bantuan sarana

Sarana merupakan unsur paling penting dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaa.

 

 

G.   Melaksanakan pemberdayaan secara bertahap

Tahapan dalam pelaksanaan pemberdayaan sebagai berikut;

a.  Perencanaan

Perencanaan     yang     baik     akan     menunjang     keberhasilan     program

pemberdayaan. Untuk mencapai mutu perencanaan yang baik, diperlukan keterlibatan komunitas sebagai pihak yang memahami prioritas kebutuhan masyarakat.   Dala perencanaan   pihak   pemberday dapat   menerapkan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) . Ini merupakan metode penelitian/kajian untuk menggali potensi dan permasalahan dalam masyarakat. Kajian dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai kondisi, potensi dan permasalahan masyarakat, serta merumuskan alternative pengembangan dan solusi permasalahan. Pada penerapan metode ini,masyarakat diberi kesempatan ambil bagian dalam proses analisis kondisi, potensi, masalah, dan perencanaan. Tujuannya agar masyarakat mampu dan terampil dalam menganalisis masalah, mancari solusi dan membuat rencana untuk dirinya dan komunitas (Sri Najiyati; 2005:81)

b. Pelaksanaan

Komunitas sebagai pihak yang merencanaan program pembangunan memiliki cukup pengetahuan untuk melaksanakan program pembengunan. Tahap pelaksanaan atau disebut tahap kapasitasi biasanya dilakukan dengan metode pendampingan  serta  diadakan  kegiatan  memfasilitasi  program pemberdayaan.

c.  Evaluasi

Bentuk peran komunitas dalam evaluasi program pembangunan antara lain memberikan masukan, saran, dan kritik bagi program pembangunan yang telah berlangsung. Proses evaluasi dapat dilakukan Bersama masyarakat. Jika program pemberdayaan berhasil, tahap berikutnya yaitu pengakhiran seluruh kegiatan termasuk pendampingan, serta penyerahan tugas pendampingan kepada komunitas tersebut.

 KEARIFAN LOKAL


a.   Kearifan lokal cerminan budaya bangsa

1) Kearifan lokal merupakan suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup, pegangan hidup ( way of life ) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup.

2)   Kearifan lokal merupakan tata nilai atau perilaku hidup masyarakat

lokal secara arif dalam berinteraksi dengan lingkungan tempatnya hidup. Kearifan lokal tidak hanya berhenti pada etika, tetapi sampai pada norma, tindakan, dan tingkah laku ,masyarakat. Oleh karena itu, kearifan lokal dapat menjadi pedoman masyarakat untuk bersikap dan bertindak dalam konteks kehidupan sehari-hari.

3)  Menurut Robert Sibarani, kearifan lokal adalah kebijaksanaan atau pengetahuan asli suatu masyarakat yang berasal dari nilai luhur tradisi budaya untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat. Jika hendak berfokus pada nilai budaya, maka kearifan lokal dapat pula didefinisikan sebagai nilai budaya lokal yang dapat dimanfaatkan guna mengatur tatanan kehidupan masyarakat secara arif bijaksana.


 

 

Sudah menjadi kewajiban kamu sebagai generasi penerus bangsa untuk melestarikan kearifan lokal dengan cara mempelajari dan meneruskan kearifan lokal kepada generasi penerus kamu selanjutnya.

 

b.   Ruang lingkup kearifan lokal

Kearifan lokal memiliki enam dimensi yaitu pengetahuan lokal, nilai lokal, keterampilan lokal, sumber daya Alam lokal, mekanisme pengembalian keputusan lokal, dan solidaritas kelompok lokal.

Karakteristik kearifan lokal diantaranya kearifan lokal mencerminkan kematangan masyarakat di tingkat komunitas lokal, kearifan lokal bersifat komunal, kearifan lokal mencakup pengetahuan komunitas lokal yang terakumulasi selama beberapa generasi dalam bentuk teknologi, kearifan lokal sejatinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung tercapainya kemajuan tanpa perlu menolak modernisasi ataupun globalisasi, kearifan lokal bersifat dinamis dan responsive, kearifan lokal dapat dimanfaatkan untuk menata kehidupan manusia, dan kearifan lokal dapat berkembang menjadi keunggulan.

 

c.    Kearifan lokal dan pengaruh globalisasi

Fungsi kearifan lokal perlu diperkuat di tengah arus globalisasi karena kearifan lokal dapat digunakan sebagai pendekatan dalam pembangunan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.

Globalisasi dapat berdampak positif dan negatif terhadap upaya pemberdayaan komunitas lokal. Dampak positif globalisasi terhadap upaya pemberdayaan komunitas lokal, yaitu meningkatkan teknologi modern dalam  masyarakat.  Teknologi  modern  dapat  meningkatkan  efektivitas kerja dalam upaya pemberdayaan komunitas. Adapun dampak negatif globalisasi terhadap upaya pemberdayaan komunitas lokal, yaitu melemahkan daya saing masyarakat lokal dengan masyarakat luar negeri.

Kearifan lokal di suatu daerah dapat menjadi solusi dalam menghadapi pesatnya globalisasi tentunya kearifan lokal tersebut harus memenuhi beberapa kriteria yaitu mampu bertahan terhadap budaya luar, memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar, mempunyai kemampuyan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli, dan mampu memberi arah pada perkembangan budayaD

D. TANTANGAN  YANG DIHADAPI untuk mewujudkan kearifan lokal

1. Jumlah penduduk yang bemsar

2. teknologi yang modemn

3. eksploitasi SDA

4.kesenjangan sosial



sumber

1.Lilik Tahmidaten, S.Sos., M.A. , Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang PKn dan IPS , Jakarta, 2017

2.Dr. Hj. Widiningsih, M.Pd;Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN; Jakarta; 2020