Rabu, 06 Januari 2021

MATERI SOSIOLOGI UNTUK KELAS XII : PEMBERDAYAAN KOMUNITAS

 PEMBERDAYAAN KOMUNITAS

 

A. TUJUAN

Setelah mempelajari materi pemberdayaan komunitas ini peserta didik diharapkan mampu memahami konsep, teori dan metode pemberdayaan komunitas. serta meningkatkan kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai utama penguatan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran.

 B. KOMPETENSI DASAR

3.4  Menerapkan strategi pemberdayaan komunitas dengan mengedapankan nilai-nilai kearifan local di tengah-tengah pengaruh globalisasi

4.4  Merancang, melaksanakan dan melaporkan aksi pemberdayaan komunitas dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan local di tengah-tengah pengaruh globalisasi

 

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. menjelaskan konsep pemberdayaan komunitas.

2. menjelaskan prinsip dan ruang lingkup pemberdayaan komunitas.

3. menjelaskan arah, tujuan, dan manfaat pemberdayaan komunitas.

 

Uraian materi

Pemberdayaan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal dan Partisipasi Warga Masyarakat

 Kearifan lokal merupakan suatu gagasan setempat yang di dalamnya berisi pandangan hidup dan pengetahuan lokal yang mengandung kebijaksanaan, kearifan, serta bernilai baik yang tertananam dan diikuti oleh satu generasi ke generasi berikutnya. Kearifan lokal sering juga dijadikan sebagai dasar (akal) untuk masyarakat bertindak terhadap sesuatu maupun suatu peristiwa yang terjadi. Kearifan lokal sendiri bersifat dinamis, dalam artian mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, perubahan lingkungan, serta mobilitas masyarakat, sehingga kearifan lokal mampu bertahan ke generasi berikutnya. Selain dinamis, kearifan lokal juga bersifat lintas budaya, artinya kearifan lokal tidak hanya berlaku pada budaya dan etnis tertentu saja, melainkan dapat dikatakan sebagai lintas budaya dan lintas etnik, sehingga mampu memunculkan budaya nasional.

Sebagai contoh, hampir di setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan lain-lain.

1. Komunitas Sosial

 Di zaman sekarang ini banyak sekali komunitas-komunitas atau organisasi yang dibentuk dengan maksud untuk mencapai tujuan yang sebelumnya telah disepakati.  Pengertian komunitas adalah kesatuan hidup manusia secara bersama-sama yang memilih untuk menempati wilayah tertentu, dalam kurun waktu tertentu, definisi ini merunjuk pada perkumpulan masyarakat, yang harus mensyaratkan kehidupan bersama tanpa adanya perbedaan pandangan. Seperti: kelompok petani, karyawan pabrik, kelompok warga, kelompok suporter sepak bola, dan lain sebagainya.

a. Bentuk-bentuk komunitas sosial 

Seseorang mengikuti komunitas berdasarkan latar belakang tertentu. Berikut macam-macam komunitas yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

1) Komunitas berdasarkan hobi; Jenis komunitas yang pertama biasanya didasari pada hobi atau minat dalam masyarakat.

2) Komunitas berdasarkan wilayah/geografi; Jenis komunitas yang kedua, didasarkan pada wilayah atau geografis yang sama. Tujuannya komunitas ini cederung menjalin keterikatan masyarakat yang utuh,

3) Komunitas berdasarkan pada komuni Bentuk lainnya, dari komunitas ini didasarkan pada komuni. Komuni adalah pembentuk utama atas dasar kepentingan dan keinginan. Artinya dalam hal ini tujuan komunitas didirikan atas dasar kepentingan di dalam organisasi sosial dalam masyarakat.

4) Komunitas subkultur Bentuk trakhir dari komunitas ini adalah komunitas subkultur, artinya komunitas yang didasarkan pada kepribadian berbeda. Akan tetapi, untuk menyatukannya memiliki kebudayaan khusus atau adat khusus yang hanya berlaku pada komunitas tersebut. Komunitas seperti ini lebih banyak terdapat dalam kelompok anak muda di kota-kota besar.

b. Unsur komunitas sosial 

Ada beberapa unsur yang harus dipenuhi sebuah kelompok sosial, yaitu sebagai berikut.

1) Manusia Manusia atau individu

2) Kelompok sosial

3) Kebudayaan 

4) Teritorial

5) Status dan peran

c. Jenis-jenis komunitas sosial 

Secara sosiologi komunitas sosial memiliki beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

1) Komunitas pedesaan

2) Komunitas perkotaan 

3) Komunitas religius (keagamaan)

4) Komunitas perekonomian

2. Partisipasi Masyarakat

 Partisipasi masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci kesejahteraan sosial. Keterlibatan masyarakat baik secara fisik, pemikiran, material, maupun finansial diharapkan akan meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki proses dan hasil pembangunan di komunitas tersebut. Dengan demikian, terdapat kaitan yang erat antara pemberdayaan dan partisipasi.

 Masyarakat akan berpartisipasi jika mereka merasa bahwa kegiatan tersebut penting bagi mareka, sehingga akan beranggapan bahwa itu semua hanya buat mereka dan akan membawa mereka ke kehidupan yang lebih baik.

a. Tujuan partisipasi masyarakat;  Pemberdayaan sebagai proses mengembangkan, memandirikan, menswadayakan, memperkuat posisi tawar-menawar masyarakat lapisan bawah terhadap kekuatan-kekuatan penekanan di segala bidang, dan sektor kehidupan. Berikut tujuan-tujuan dari partisipasi masyarakat.

1)  Supaya dapat memperoleh informasi mengenai kondisi, kebutuhan, dan sikap masyarakat setempat.

2)  Masyarakat akan lebih mempercayai proyek atau program tersebut. Jika mereka merasa dilibatkan dalam proses persiapan dan perencanaannya.

3)  Karena akan timbul anggapan bahwa merupakan suatu hak demokrasi bila masyarakat dilibatkan dalam pembangunan masyarakat mereka sendiri.

b. Prasyarat partisipasi masyarakat 

Apabila menyangkut partisipasi dalam pembangunan masyarakat, menyangkut keterlibatan secara aktif dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, evaluasi, dan menikmati hasilnya atau suatu usaha perubahan masyarakat yang direncanakan untuk mencapai tujuan-tujuan masyarakat.  Lebih lanjut dikemukakan bahwa seseorang akan berpartisipasi apabila terpenuhi prasyarat untuk berpartisipasi, yaitu adanya hal-hal sebagai berikut.

1)  Kesempatan; Adanya suasana atau kondisi lingkungan yang disadari, bahwa dia berpeluang untuk berpartisipasi.

2)  Kemauan; Adanya sesuatu yang mendorong/menumbuhkan minat dan sikap mereka untuk termotivasi berpartisipasi, misalnya berupa manfaat yang dapat dirasakan atas partisipasinya tersebut.

3)  Kemampuan; Adanya kesadaran atau keyakinan pada dirinya, bahwa dia mempunyai kemampuan untuk berpartisipasi, bisa berupa pikiran, tenaga, waktu atau sarana, dan material lainnya.

c. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat 

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi partisipasi masyarakat dalam suatu program, sifat faktor-faktor tersebut dapat mendukung suatu keberhasilan program, namun ada juga yang sifatnya dapat menghambat keberhasilan program. Misalnya faktor usia, terbatasnya harta benda, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.  Partisipasi yang tumbuh dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak faktor.

Faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan seseorang dalam berpartisipasi, yaitu sebagai berikut.

1)  Usia

2)  Jenis kelamin

3)  Pendidikan

4)  Pekerjaan dan penghasilan

5)  Lamanya tinggal

Selain dari beberapa faktor tersebut, kesediaan partisipasi masyarakat dalam suatu program juga dapat berasal dari unsur luar/lingkungan seperti berikut.

1) Komunikasi yang terus-menerus antarwarga masyarakat, antara warga masyarakat dengan pimpinan serta antara sistem sosial di dalam masyarakat dengan sistem di luarnya.

2) Kesempatan untuk berpartisipasi.

3) Iklim sosial, ekonomi, politik, dan budaya baik dalam kehidupan keluarga, pergaulan, permainan, sekolah, maupun masyarakat dan bangsa yang menguntungkan, serta mendorong tumbuh dan berkembangnya partisipasi masyarakat.

4) Kebebasan untuk berprakarsa dan berkreasi.

d. Prinsip dasar dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat 

Tiga prinsip dasar dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat desa agar ikut serta dalam pembangunan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1)  Learning process (learning by doing), merupakan proses kegiatan dengan melakukan aktivitas proyek dan sekaligus mengamati, menganalisa kebutuhan, dan keinginan masyarakat.

2)  Institusional development, adalah melakukan kegiatan melalui pengembangan pranata sosial yang sudah ada dalam masyarakat. Karena institusi atau pranata sosial masyarakat merupakan daya tampung dan daya dukung sosial.

3)  Participatory, cara ini merupakan suatu pendekatan yang umum dilakukan untuk dapat menggali kebutuhan yang ada dalam masyarakat.

e. Partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan manusia 

Partisipasi masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci kesejahteraan sosial. Keterlibatan masyarakat baik secara fisik, pemikiran, material, maupun finansial diharapkan akan meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki proses dan hasil pembangunan dikomunitas tersebut. Dengan demikian, terdapat kaitan yang erat antara pemberdayaan dan partisipasi. Pengertian partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan manusia adalah sebagai berikut.

1)  Partisipasi adalah keterlibatan masyarakat dalam pembangunan diri, kehidupan, dan lingkungan mereka.

2)  Partisipasi sebagai keterlibatan sukarela oleh masyarakat dalam perubahan yang ditentukan sendiri.

3)  Partisipasi sebagai suatu proses keterlibatan secara aktif dalam pengambilan keputusan bersama dengan pemerintah.


SUMBER

Modul MGMP karesidenan Surakarta

MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN MATA PELAJARAN SOSIOLOGI , pendidikan dan Kebudayaan; Jakarta 2017


tugas

setelah baca materi diatas, silahkan anak anakku rangkum point penting saja di buku catatan masing - masing dan kemudian upload hasilnya google classroom. link saya berikan di Whatsapp. terimakasih. sukses selalu

7 komentar:

  1. Nama : santi nur istiqomah
    Kelas : 12 ips 1
    No absen : 29

    BalasHapus
  2. Nama: Sabrina Wahyu Pratama
    No : 27
    Kelas: XII IPS 1

    BalasHapus
  3. Nama:Ika Salwa
    No:11
    Kelas:XII IPS 1

    BalasHapus
  4. Nama: Cahyo Prasetyo
    Kelas: XII IPS 1
    No Absensi: 4

    BalasHapus
  5. Nama: mustamirotul hidayah
    No:19
    Kelas:12 ips 1

    BalasHapus
  6. Nama:mustamirotul hidayah
    Kelas: 12 ips 1
    No:19

    BalasHapus
  7. Nama:mustamirotul hidayah
    Kelas: 12 ips 1
    No:19

    BalasHapus