Minggu, 10 Januari 2021

MATERI SOSIOLOGI KELAS XI ( KONFLIK SOSIAL)

KONFLIK, KEKERASAN DAN PERDAMAIAN

KD

3.4.  Menganalisis potensi-potensi terjadinya konflik dan kekerasan dalam kehidupan masyarakat yang beragam serta penyelesaiannya

4. 3. Melakukan kajian, pengamatan dan diskusi tentang konflik dan kekerasan serta upaya penyelesaiannya

 

TUJUAN

Setelah  membaca diharapkan siswa mampu Menganalisis potensi-potensi terjadinya konflik dan kekerasan dalam kehidupan masyarakat yang beragam serta penyelesaiannya, Melakukan kajian, pengamatan dan diskusi tentang konflik dan kekerasan serta upaya penyelesaiannya

 

Peta konsep



MATERI

Kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configure” yang artinya saling memukul. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik didefinisikan sebagai percekcokkan, perselisihan, atau pertentangan. Dengan demikian, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan, tidak selaras, dan bertentangan.

Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik lahir dari kenyataan akan adanya perbedaan-perbedaan, misalnya perbedaan ciri badaniah, emosi, kebudayaan, kebutuhan, kepentingan, atau pola-pola perilaku antarindividu atau kelompok dalam masyarakat.

 

Proses konflik

 



Faktor-Faktor Penyebab Konflik

 

Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat, yakni

1. perbedaan antarindividu,

2. perbedaan antarkebudayaan,

3. perbedaan kepentingan, dan

4. perubahan sosial

 

 

Bentuk-Bentuk Konflik

 

Lewis A. Coser membedakan konflik atas dua bentuk.

 

1.   Konflik realistis berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial.

2.   Konflik nonrealistis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis (berlawanan), melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Contohnya pembalasan dendam lewat ilmu gaib yang dilakukan dalam masyarakat tradisional. Contoh lain adalah upaya mencari kambing hitam yang terjadi dalam masyarakat telah maju.

 

 

Soerjono Soekanto menyebutkan lima bentuk khusus konflik atau pertentangan yang terjadi dalam masyarakat.

1.    Konflik pribadi

2.    Konflik rasial

3.    Konflik antara kelas-kelas sosial

4.    Konflik politik

5.    Konflik internasional

  Dari sudut psikologi sosial, Ursula Lehr mengemukakan bentuk-bentuk konflik

 

1.    Konflik dengan orang tua sendiri

2.    Konflik dengan anak-anak sendiri

3.    Konflik dengan keluarga

4.    Konflik dengan orang lain

5.    Konflik dengan suami istri

6.    Konflik di sekolah

7.    Konflik dalam pemilihan pekerjaan

8.    Konflik agama

9.    Konflik pribadi


TANDA KONFLIK

1. Demonstrasi/protes

2. kerusuhan/riot

3. serangan senjata


TAHAPAN KONFLIK

1. Prakonflik; ada sesuatu yang tidaksesuai 2 belah pihak

2. konfrontasi; pertentangan mulai terbuka

3. krisis; puncak konflik terdapat kekerasan

4. pascakonflik; situasi mulai berakhir dan hubungan membaik


Dampak Sebuah Konflik

 Konflik dapat memiliki dampak atau akibat positif maupun negative.

Segi positif konflik adalah sebagai berikut.

1.    Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaah.

2.    Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan- hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok

3.    Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group solidarity) yang sedang berkonflik dengan kelompok lain.

4.    Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok

5.    Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma- norma baru

6.    Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan- kekuatan yang ada di dalam masyarakat

7.    Konflik memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang

 Segi negative suatu konflik adalah sebagai berikut.

 

1.    Keretakan hubungan antar individu dan persatuan kelompok

2.    Kerusakan harta benda dan jatuhnya korban manusia

3.    Berubahnya sikap kepribadian para individu, baik yang mengarah pada hal-hal positif atau negative

4.    Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah

 

 

Sumber

 Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi 2: Kelompok Pemintan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar